Keep Learn and Practice

Keep Learn and Practice

Rabu, 17 Februari 2021

 

AKSI NYATA

MODUL 1.4. BUDAYA POSITIF

KASIH IMAN

( Kelas Bersih Indah dan Nyaman )

A.     LATAR BELAKANG

Lingkungan kelas yang bersih, indah dan sejuk dapat meningkatkan semangat dalam proses belajar mengajar. Menjaga kebersihan lingkungan kelas juga merupakan budaya positif yang patut dijaga dan dikembangkan karena didalamnya ada tanggung jawab yang harus dijalankan siswa dalam menjaga kebersihan kelas masing-masing.

Lingkungan sekolah adalah rumah kedua setelah rumah tempat tinggal masing-masing sehingga wajib dijaga kebersihan dan kenyamanannya agar setiap orang yang berada didalam lingkungan sekolah merasa betah untuk melakukan aktifitas masing-masing. 

Dalam masa libur akhir semester ganjil, SMA YPK 1 BIAK mengalami musibah dimana salah satu pohon besar tumbang dan menimpa gedung kantor sehingga pohon harus disingkirkan dan hal tersebut menyisakan sampah yang cukup banyak sehingga program KASIH IMAN berjalan bersama program sekolah yang lebih besar yaitu pembersihan lingkungan sekolah secara menyeluruh.

 

B.      DESKRIPSI AKSI NYATA

Budaya Positif menyangkut kebersihan lingkungan sekolah dan kelas sebenarnya merupakan hal yang sudah dilakukan sejak lama namun yang membedakan kali ini adalah program ini dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19 sehingga ada protokol yang wajib diikuti oleh setiap warga sekolah. Program ini juga berjalan bersamaan dengan adanya survey dari Tim Gugus Tugas Covid-19 untuk melihat sejauh mana kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka dapat dilaksanakan.

Program ini dilakukan oleh seluruh kelas namun untuk beberapa kegiatan saya lebih fokus pada satu kelas yang merupakan kelas binaan saya yaitu kelas XII IPS 2.

Waktu kegiatan:

No.

Tanggal

Kegiatan

1.

04 Januari 2021

Merancang program KASIH IMAN

2.

05 Januari 2021

Menyampaikan program  KASIH IMAN  kepada kepala sekolah

3.

05 Januari 2021

Mensosialisasikan program  KASIH IMAN   kepada peserta didik dikelas dan grup WA

4.

06 Januari 2021

Menyusun tim kreatif yang akan mengeksekusi program  KASIH IMAN bersama teman-temannya.

5.

06 - 09 Januari 2021

Mengumpulkan alat dan bahan yang akan dipakai.

6.

11 – 23 Januari 2021

Melaksanakan program yang sudah dirancang

 

 

 

 

 

 

 

 

 


C. HASIL DARI AKSI NYATA

Hasil dari Aksi Nyata :

1.       Seluruh warga sekolah mampu bekerjasama untuk mewujudkan program yang sudah dirancang bersama-sama

2.       Siswa mampu menciptakan ide-ide kreatif dan langsung dieksekusi secara bersama-sama

3.       Lingkungan sekolah dan kelas menjadi bersih.

4.       Setiap kelas diberikan alat-alat yang menunjang protokol kesehatan untuk menghindari penularan Covid-19 sehingga semua diberikan tanggung jawab untuk menjaga dan merawat inventaris kelas tersebut.

5.       Melalui program ini tumbuh budaya kerjasama yang baik, baik itu antar siswa maupun guru-guru untuk mencapai tujuan bersama.

6.       Sekolah mendapat Surat Keputusan dari Tim Gugus Tugas Covid-19 yang menyatakan sekolah diperkenankan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

D. KEGAGALAN ATAU KEBERHASILAN ( KENDALA )

Hasil dari aksi nyata dapat terlihat bahwa apa yang menjadi program bersama dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab akan berhasil, namun dari keberhasilan itu ada beberapa hal yang menjadi kendala yaitu:

1.      Budaya Positif membuang sampah pada tempatnya juga kadang terlupakan sehingga masih terlihat beberapa sampah di lingkungan sekolah padahal setiap kelas sudah memiliki tempat sampah masing-masing

2.      Susahnya untuk mengingatkan siswa untuk tetap menjaga jarak, bahkan masih ada yang lupa memakai masker sehingga sekolah harus menyediakan masker cadangan.

3.      Beberapa bahan untuk menunjang protokol kesehatan dikelas kadang tidak dijaga dengan baik oleh siswa sehingga kadang mereka tidak dapat mencuci tangan dengan baik dan benar.

E. RENCANA PERBAIKAN DIMASA MENDATANG

Menjaga kebersihan serta kenyamanan kelas dan sekolah merupakan budaya positif yang harus dilakukan dan menjadi tanggung  jawab semua warga sekolah sehingga hal-hal yang menghambat program ini juga menjadi tanggung jawab bersama. Setiap guru yang memiliki kelas binaan harus lebih intensif dalam menggalakkan program tentang kebersihan ini, lebih sering mengingatkan anak walinya bersama dengan guru-guru piket agar membuang sampah pada tempat-tempat yang sudah disediakan.

Setiap wali kelas menunjuk beberapa orang yang bertanggung jawab untuk menjaga agar alat dan bahan kebersihan tetap ada di kelas pada saat akan digunakan.

F. DOKUMENTASI DARI PROSES AKSI NYATA

a. Kondisi gedung kantor yang ditimpa pohon tumbang.


b. Setiap siswa bertanggung jawab atas kebersihan kelasnya masing-masing







c. 
Memanfaatkan Limbah sisa potongan pohon yang tumbang dengan membuat taman mini di depan kelas XII IPS 2




d. Penerapan protokol kesehatan






e. Kunjungan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Biak Numfor dan memantau seluruh kelas











Selasa, 16 Februari 2021

 

AKSI NYATA

MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

IMPLEMENTASI POJOK LITERASI PLUS

A.     LATAR BELAKANG

Pepatah mengatakan, buku adalah jendela dunia, dengan membaca buku ada banyak hal yang dapat kita ketahui, ilmu pengetahuan yang belum kita ketahui pun bisa kita dapat dengan membaca buku. Membaca dapat meluaskan pengetahuan kita karena keterbatasan kita susah untuk mengetahui perkembangan dunia, namun dengan membaca kita dapat mengetahui keadaan diluar yang jauh dari jangkauan kita. Segala sesuatu yang terjadi dibelahan dunia lain bisa kita ketahui dengan membaca. Begitupun hal-hal yang terjadi pada masa lampau dapat kita ketahui melalui sebuah buku, baik itu buku yang bersifat fisik maupun buku yang bersifat digital.

Rendahnya minat baca siswa terhadap buku-buku yang memuat pengetahuan umum menyebabkan kegiatan literasi pada awal jam pelajaran yang diwajibkan hanya sekedar rutinitas yang membosankan. Pada saat jam pelajaran yang kosong atau sedang istirahat siswa lebih senang berkeliaran di lingkungan sekolah sehingga sering mengganggu teman lain yang sedang belajar. Hal tersebut terjadi karena untuk membaca buku-buku pengetahuan mereka harus ke perpustakaan yang memiliki daya tampung terbatas dan tidak seimbang dengan siswa yang ada disekolah. Oleh karena itu mereka membutuhkan tempat yang dapat mereka gunakan untuk membaca, meletakkan buku bacaan, berbagi buku bacaan dengan teman sekelas mereka. Dengan demikian pojok literasi dapat menjawab kebutuhan siswa dan sekaligus memupuk rasa suka untuk membaca.

B.      DESKRIPSI AKSI NYATA

Pojok literasi yang dibuat bukan hanya memiliki buku-buku yang didapat dari sumbangan siswa dan guru-guru namun juga dibuat untuk menampung kreatifitas siswa melalui majalah dinding yang dibuat oleh siswa sendiri. Selain itu pojok literasi ini juga menampung hasil pekerjaan tangan siswa berupa kerajinan yang beberapa terbuat dari bahan limbah atau daur ulang.

Terdapat beberapa kelas yang membuat pojok literasi namun karena kondisi yang membuat kegiatan disekolah belum normal seperti biasanya sehingga beberapa pojok literasi belum selesai dikerjakan oleh siswa. Pekerjaan ini dikoordinir langsung oleh  wali kelas masing-masing dan diharapkan nantinya semua kelas memiliki pojok literasi, mading dan meja tempat meletakkan kerajinan tangan siswa. Buku-buku yang berhasil dikumpulkan adalah buku bacaan umum bersifat fiksi, non fiksi dan sebagian besar adalah buku rohani Kristen yang sekaligus meningkatkan rasa cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagian besar adalah buku sumbangan dari koleksi teman-teman guru lain dan sebagian lagi sumbangan dari orang tua siswa.

Waktu kegiatan:

No.

Tanggal

Kegiatan

1.

28 November 2020

Merancang program Pojok Literasi Plus

2.

30 November 2020

Menyampaikan program Pojok Literasi Plus dan proposal kepada kepala sekolah

3.

02 Desember 2020

Mensosialisasikan program Pojok Literasi Plus  kepada peserta didik dikelas dan grup WA

4.

02 Desember 2020

Menyusun tim kreatif yang berkompetensi yang akan mengeksekusi program Pojok Literasi Plus agar hasilnya memuaskan.

5.

05 Desember 2020

Mendesain Pojok Literasi secara bersama-sama dengan peserta didik dan mengumpulkan ide-ide yang kiranya akan membuat program berjalan dengan baik.

6.

07 Desember 2020

Menugaskan seluruh peserta didik di kelas untuk membuat kerajinan daur ulang dari bahan limbah, selain itu juga membuat mading yang akan menampung kreatifitas siswa di bidang jurnalistik dan seni.

7.

08 – 18 Desember 2020

04 – 09 Januari 2020

Melaksanakan program yang sudah dirancang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


C. HASIL DARI AKSI NYATA

Pada rancangan aksi nyata yang saya angkat adalah visi yang sebagai calon guru penggerak yang mampu mengembangkan diri sendiri dan orang lain, mampu mengajak semua elemen untuk berkolaborasi dalam mewujudkan visi seorang guru dalam hal ini melalui pojok literasi serta mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Sebagai awal pembeuatan pojok literasi plus dimulai dari satu kelas yaitu kelas XII IPS 2. Sudah ada kelas lain yang juga membuat pojok literasi namun karena ada kendala sehingga pojok literasi tidak bisa diselesaikan dengan cepat.

Hasil dari Aksi Nyata :

1.       Siswa mampu bekerjasama dengan teman-temannya untuk mewujudkan tujuan yang sudah dirancang bersama-sama

2.       Siswa mampu menciptakan ide-ide kreatif dan langsung dieksekusi secara bersama-sama

3.       Minat untuk membaca mulai terlihat

4.       Mengasah keterampilan siswa untuk menciptakan hasil karya sendiri dalam bentuk kerajinan tangan melalui meja kerajinan tangan.

5.       Melalui mading siswa lebih peka terhadap nilai menulis, keterampilan dalam menuangkan jiwa seni mereka kedalam puisi dan tulisan lainnya.

6.       Rasa tanggung jawab dalam menjaga dan mengelola hasil pekerjaan mereka sendiri.

D. KEGAGALAN ATAU KEBERHASILAN ( KENDALA )

Dalam pelaksanaan kegiatan ini ada beberapa hal yang membuat kegiatan ini menjadi lebih sulit untuk mencapai tujuan yaitu:

1.      Koleksi buku yang masih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah siswa di kelas.

2.      Keadaan kelas yang rawan dengan pencurian.

3.      Kadang ada siswa dan guru yang meminjam buku namun tidak mengembalikan buku pinjaman mereka.

4.      Belum semua kelas membuat pojok literasi.

E. RENCANA PERBAIKAN DIMASA MENDATANG

Untuk kedepannya akan berkolaborasi dengan semua walikelas untuk membuat pojok literasi di kelas binaan mereka masing-masing sehingga minat baca siswa akan lebih mudah untuk dipupuk. Kerjasama dengan satpol PP yang ditempatkan disekolah untuk lebih memperhatikan keadaan kelas yang rawan dengan pencurian, membuat pengaman ekstra dengan kunci gembok berlapis agar tidak mudah dibobol lagi, serta lebih banyak pendekatan bagi siswa yang menggunakan buku-buku di pojok literasi agar yang meminjam dapat mengembalikan ke tempatnya dan juga kewajiban bagi siswa dan guru untuk tidak membawa buku keluar dari lingkungan kelas.

F. DOKUMENTASI DARI PROSES AKSI NYATA

a. Tim kreatif yang ditunjuk untuk membantu dalam mewujudkan program

b. Bersama-sama dengan siswa mulai membuat dasar dan pagar pojok literasi

c. 
Mulai mengerjakan bagian dalam dan mengatur buku-buku

d. 
Pojok Literasi kelas XII IPS 2 sudah bisa dipakai walaupun masih belum sempurna

e. 
Membuat mading

f. Meletakkan hasil karya di meja dekat pojok literasi


g. 
Pojok Literasi di kelas lain yang belum selesai, kelas 10IPS1, 11 IPS2, 12 IPS1
















Kamis, 10 Desember 2020

 

ARTIKEL AKSI NYATA

MODUL 1.2. NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

 

SAMAPELSAVI

 

A. LATAR BELAKANG

Sebagai seorang pengajar sekaligus pendidik guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru,  CGP dituntut untuk memikirkan bagaimana cara merencanakan dan melaksanakan, suatu kegiatan pembelajaran yang berpusat pada anak (student center) dengan berdampak pada penanaman pengetahuan, pembentukan sikap dan karakter, ketrampilan siswa dalam proses pembelajaran yang menyenangkan dan mengesankan. Dengan melihat tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seorang guru harus melek teknologi dan mampu menjawab tantangan kemajuan IT. Seorang guru harus mampu dan pandai mengikuti perkembangan dan tidak boleh tertinggal serta menjadi bagian dari perubahan dan perkembangan zaman.

Pandemi yang melanda seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia menyebabkan munculnya masalah social dan komunikasi di tengah masyarakat tidak terkecuali dalam lingkungan pendidikan dimana sekolah banyak tutup dan tidak boleh mengadakan pembelajaran tatap muka. Oleh sebab itu seorang guru yang melek teknologi mampu mengatasi keterbatasan itu dengan membuat materi pembelajaran yang dapat diakses dari jarak jauh dengan memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi baik itu melalui grup kelas WhatsApp, Google Classroom, Video Pembelajaran di Youtube dan lain-lain.

Melalui kegiatan pelatihan SAMAPELSAVI ( Satu Mata Pelajaran Satu Video ) ini setidaknya ada dua capaian sasaran yaitu menciptakan pendidik yang mampu membuat materi pembelajaran yang akan menjadikan proses pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan serta tercapainya tujuan pembelajaran jarak jauh yang aman tetapi menyenangkan.

B. DESKRIPSI AKSI NYATA

Kegiatan pelatihan pembuatan video pembelajaran berbasis aplikasi online ini saya pilih mengingat masih banyak guru di sekolah saya yang belum memiliki pengetahuan untuk membuat video pembelajaran yang mudah. Harapannya setelah kegiatan ini akan tercipta puluhan bahkan ratusan video pembelajaran yang akan digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan materi baik dalam pembelajaran jarak jauh maupun dalam pembelajaran tatap muka. Kedepannya tidak ada lagi pendidik yang tidak mengetahui cara membuat video pembelajaran tetapi munculnya youtuber-youtuber yang mampu memperbaiki wajah pendidikan di Indonesia khususnya di Kabupaten Biak Numfor Papua.

Dibawah ini adalah rundown kegiatan yang telah terlaksana:




 






C. HASIL DARI AKSI NYATA

Pada rancangan aksi nyata yang saya angkat adalah nilai dan peran yang saya miliki sebagai calon guru penggerak yang mampu mengembangkan diri sendiri dan orang lain.

Hasil dari Aksi Nyata :

1.       Adanya kemampuan pendidik menyampaikan materi secara jarak jauh.

2.       Kemampuan pendidik menciptakan pembelajaran yang menyenangkan

3.       Support yang diberikan oleh pimpinan dan rekan sejawat dalam program pendidikan guru penggerak yang saya ikuti terlihat jelas

4.       Seluruh pendidik yang ikut dalam kegiatan mampu menciptakan video-video pembelajaran dengan menggunakan aplikasi online

5.       Semua pendidik yang ikut kegiatan berhasil membuat channel youtube mereka sendiri yang diharapkan kelak video-video mereka bertambah banyak dan berkembang.

6.       Penanaman konsep kolaboratif dan inovatif dapat tercapai melalui kegiatan ini

7.       Karakter mandiri dan saling berbagi pengetahuan dapat terlihat jelas pada rekan sejawat  yang mengikuti program kegiatan.

8.       Kegiatan ini juga menciptakan pendidik yang melek teknologi dan usaha untuk menjawab tantangan pembelajaran jarak jauh.

 

D. KEGAGALAN ATAU KEBERHASILAN ( KENDALA )

1.  Dalam keikutsertaan pendidik belum 100% karena kesibukan dalam persiapan visitasi akreditasi sekolah

2.    Masih dalam suasana pandemi, keterbatasan ruang gerak pendidik yang ikut dalam kegiatan

3.  Keterbatasan waktu kegiatan, pada rencana hanya satu hari pelaksanaan tetapi dalam kenyataan menjadi 2 hari.

 

Link Video Pembelajaran yang berhasil dibuat:

Video Pantjarena Anggarawati, S.Pd. ( PJOK ) : https://drive.google.com/file/d/19ARgEFMhKrLZ7A0zGTYt-KDoWXd66Iu-/view?usp=sharing

Video Dra. I.V. P Pulukadang, M.Pd. ( Bahasa Perancis ): https://youtu.be/z_dF15s3Tjk

Video Roslina Palangan, S.Pd. ( Geografi ) : https://youtu.be/TNWbVHyUqlQ

Video Josephine A. Werinussa ( Sosiologi ) : https://youtu.be/_LeFcowTgMg

Video Feybe Imbar, S.Pd. (PKn) : https://youtu.be/RyoJiN6Ogo4

Video Felansia Adikar, S.Pd. (PKn) : https://youtu.be/8_haZl0E_Oo

Video Rahel Rumahlatu, S.Pd. (Biologi) : https://youtu.be/mUGBKI1K3ko

Video Yansonia Takain, S.Th. (Pend. Agama Kristen) : https://youtu.be/49Ie8pquomk

Video Dra. Yori Sampe  ( BK ) : https://youtu.be/pHTHapFJoPc

 

Saat ini peserta pelatihan masih melanjutkan pembuatan video pembelajaran mereka dengan materi yang berbeda.

 

E. DOKUMENTASI DARI PROSES AKSI NYATA

Seluruh rangkaian kegiatan dapat dilihat pada video di Youtube dengan link https://youtu.be/-XdtcVe5fUw



 

 






 


 Pendampingan ke 2