Keep Learn and Practice

Keep Learn and Practice

Jumat, 04 Desember 2020

AKSI NYATA

 

ARTIKEL AKSI NYATA

MODUL 1.1.a.10  FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA

 

ENTREPRENEUR MUDA

 

A. LATAR BELAKANG

Selaras dengan filosofi Ki Hajar Dewantara, pendidik dan pendiri Taman Siswa, bahwa "Setiap rumah adalah sekolah dan setiap orang adalah guru", maka murid diberi kebebasan untuk belajar dari sumber yang beragam, dari guru, teman-teman, orang tua, buku, internet, dan sebagainya.

Banyak diantara kita yang mengganggap bahwa tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan hanya disekolah dan orang yang paling mengetahui segalanya adalah guru. Sebagai seorang pengajar sekaligus pendidik guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru,  CGP dituntut untuk memikirkan bagaimana cara merencanakan dan melaksanakan, suatu kegiatan pembelajaran yang berpusat pada anak (student center) dengan berdampak pada penanaman pengetahuan, pembentukan sikap dan karakter, ketrampilan siswa dalam proses pembelajaran untuk memperoleh life skill yang berguna kelak. Dengan melihat tingkat perkembangan kognitif dan afektif khususnya psikomotorik siswa,  sehingga pembelajaran tentang life skill yang diberikan kepada siswa menjadi lebih bermakna membawa siswa pada pengalaman-pengalaman belajar diluar sekolah yang menyenangkan dan mengesankan.

Pandemi yang melanda seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia menyebabkan munculnya masalah ekonomi di tengah masyarakat, khususnya masyarakat kalangan menengah ke bawah. Hal ini menimbulkan ide untuk mencoba melatih peserta didik untuk lebih peka terhadap perekonomian keluarga, mengisi banyaknya waktu luang dirumah dengan hal-hal yang berguna namun tidak melupakan tugas dan tanggung jawab utama.

Dalam kondisi pandemi saat ini peserta didik juga wajib dibekali keterampilan hidup yang harapannya akan berguna kelak kemudian hari. Nilai-nilai kemandirian dan kejujuran serta kemampuan berinovasi sangat terlihat dalam kegiatan aksi nyata ini dimana nilai kepercayaan dan tanggung jawab diberikan kepada peserta didik untuk diemban dan dipertanggungjawabkan dengan harapan kelak mereka mampu survive dalam menghadapi kerasnya hidup.

B. DESKRIPSI AKSI NYATA

Kegiatan  yang saya ambil untuk aksi nyata dalam modul 1.1 ini adalah mengeksplor jiwa kewirausahaan peserta didik. Saya memberikan tanggung jawab dan kepercayaan kepada mereka untuk mengelola modal yang saya berikan untuk dikembangkan melalui aksi menjual makanan kecil seperti ketimun, kacang goreng, pisang goreng, dan pinang yang dilakukan di rumah masing-masing. Mereka boleh memilih produk apa yang mereka ingin jual sesuai dengan besar modal yang dipercayakan kepada mereka. Pada awalnya saya cukup ragu terutama reaksi dari orang tua terhadap peserta didik yang ikut ambil bagian, namun kekuatiran saya lenyap saat mereka melaporkan kegiatan mereka dan ternyata sangat didukung oleh orang tua bahkan mereka ikut membantu anak-anak mereka untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka.

Dibawah ini adalah rundown kegiatan yang telah terlaksana



C. HASIL DARI AKSI NYATA

Pada rancangan aksi nyata yang saya angkat adalah penanaman karakter baik pada peserta didik khususnya karakter mandiri, tanggung jawab, jiwa kewirausahaan dan nilai kejujuran yang sangat di utamakan dalam pembentukan karakter profil pelajar Pancasila.

Hasil dari Aksi Nyata :

  1. Adanya kemampuan peserta didik untuk melakukan kegiatan wirausaha walaupun dalam skala kecil
  2. Peran serta dan reaksi orang tua yang sangat mendukung program ini dilakukan oleh anak-anak mereka, dan membantu mereka dalam menjalankan tugasnya
  3. Support yang diberikan oleh orang tua membuat peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan
  4. Seluruh peserta didik yang ambil bagian dalam program mendapatkan keuntungan yang lebih dari modal mereka, tidak ada yang mengalami kerugian
  5. Dari kegiatan yang sudah mereka kerjakan dan dianggap selesai dan mereka mengembalikan modal yang sudah diberikan diawal, ternyata mereka masih tetap ingin melanjutkan kegiatan penjualan mereka dari keuntungan yang sudah mereka dapatkan.
  6. Penanaman konsep karakter baik yang dilakukan, secara berangsur-angsur melekat dan menjadi pembiasaan yang positif tanpa harus diingatkn oleh guru
  7. Karakter mandiri, tanggung jawab, kejujuran dan jiwa kewirausahaan terlihat dalam diri perserta didik yang mengikuti program kegiatan
  8. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran yang saya ampu yaitu Ekonomi, dimana peserta didik bisa lebih mendalami tentang kegiatan ekonomi yaitu Produsen, Distribusi dan Konsumen.  


D. KEGAGALAN ATAU KEBERHASILAN ( KENDALA )

1. Dalam keikutsertaan peserta didik masih kurang disebabkan cukup sulit menghubungi peserta didik dan mendata yang ingin ikut ambil bagian.

2. Masih dalam suasana pandemi, keterbatasan ruang gerak peserta didik yang ikut dalam kegiatan

3.  Durasi waktu yang cukup singkat bagi peserta didik untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal

 E. RENCANA PERBAIKAN DIMASA MENDATANG

Dengan memperhatikan kendala yang terjadi dalam kegiatan aksi nyata ini dapat dibuat rancangan perbaikan agar dimasa mendatang proyek ini dapat berjalan lebih baik lagi dan memiliki arti lebih baik siswa itu sendiri. Untuk itu dibutuhkan waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar semuanya berjalan lancar dan meminimalisasi kegagalan yang dapat terjadi. Persiapan yang harus dilakukan adalah komitmen dari siswa untuk mengikuti program ini dengan serius, siswa harus mengerti tujuan utama dari kegiatan ini dan bersedia ambil bagian dari dalamnya. Pembekalan yang dilakukan jauh sebelum kegiatan dilaksanakan serta sosialisasi rencana pada siswa agar mereka lebih siap untuk mengikuti kegiatan ini. 

F. DOKUMENTASI DARI PROSES AKSI NYATA

Seluruh rangkaian kegiatan dapat dilihat pada video di Youtube dengan link

https://youtu.be/1MibKIwS-Gc

Arahan sebelum memulai kegiatan
Belanja di pasar


Berjualan di depan rumah



Berjualan didepan rumah










Laporan Hasil Kegiatan
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 30 November 2020

After 8

Bangkit lagi dari mati suri, semoga blog ini bisa "berbunyi" lagi 😊 

Sabtu, 17 November 2012

Pahlawan Nasional dari Biak J.A Dimara


Pemerintah menetapkan dua tokoh sebagai pahlawan nasional. Dua tokoh yang ditetapkan yakni DR Johannes Leimena dari Maluku dan Johannes Abraham (JA) Dimara dari Papua. Siapak Dimara. Rupanya banyak yang tidak tahu. Pahlawan nasional Johane Abraham Dimara lahir di desa Korem Biak Utara pada tanggal 16 April 1916. Dia adalah putra dari Kepala Kampung Wiliam Dimara. Ketika mulai beranjak besar (13 tahun), ketika masih disekolah desa, dirinya diangkat anak oleh orang Ambon bernama Elisa Mahubesi dan dibawa kekota Ambon. Anak Biak yang tumbuh cepat dengan postur atletis ini mulai masuk agama Kristen dan diberi nama Johanes Abraham. Nama kecilnya Arabel berganti Anis (dari Johanes) Papua (berasal dari Irian). Pendidikan sekolah dasar diselesaikan Dimara pada tahun 1930. Selanjutnya masuk sekolah pertanian dan selesai tahun 1935. Sesuai dengan pendidikannya pada sekolah Injil yang dilakukannya setelah tahun 1935 (saat itu usianya mendekati 20 tahun), dirinya kemudian menjadi tokoh dalam profesi nya lebih lanjut yaitu guru agama Kristen. Dia menjadi guru penginjil di kecamatan Leksula, Maluku Tengah . Tepatnya di pulau Buru. Ketika zaman Jepang tiba, Dimara masuk menjadi anggota Heiho. Ketika Indonesia merdeka, Dimara bekerja dipelabuhan Namlea Ambon. Pada suatu hari ditahun 1946, masuk kapal Sindoro berbendera Merah Putih. Sebenarnya ini adalah kapal yang membawa sejumlah Anggota ALRI asal suku Maluku dari Tegal. Maksudnya melakukan penyusupan di Ambon untuk memberitakan peristiwa Proklamasi dan tentu saja berjuang. Komandan pasukan ini adalah Kapten Ibrahim Saleh dan jurumudi Yos Sudarso (kemudian jadi Laksamana dan gugur di laut Aru). Dimara sebagai anggota polisi, ditugaskan untuk meneliti kapal RI ini. Maka terjadi pembicaraan diatas kapal, khususnya dengan Yos Sudarso. Pihak RI minta bantuan agar kapal bias mendarat penuh. Merasa insting nasionalismenya bangkit, Dimara bersedia membantu. Tapi menganjurkan agar kapal didaratkan di Tanjung Nametek sekitar satu kilometer dari namlea. Selanjutnya Dimara membantu perjuangan RI. Sempat ditangkap dan dipenjara bersama para pejuang Indonesia lainnya. Tahun 1949, setelah penyerahan kedaulatan, bergabung dengan Batalyon Patimura APRIS dan ikut dalam penumpasan RMS. Pada suatu hari dalam kunjungan ke Makasar (sekitar tahun 1950-an), Presiden Soekarno menengok pasien di Rumah sakit Stella maris. Ketika itu Dimara sedang dirawat di Rumah sakit Stella Maris itu. Itulah pertama kali Dimara bertemu Presiden RI. Tidak terasa waktu berjalan cepat dan tahun 60-an RI berjuang untuk mengembalikan Pulau Irian bagian barat kedalam pangkuan Ibu Pertiwi. Dimara adalah salah seorang pejuang yang ikut dalam pembebasan Irian Barat. Dirinya adalah anggota OPI (Organisasi Pembebasan Irian Barat). Sungguh jasanya tidak kecil karena dalam operasi di Kaimana, dia sempat ditangkap dan terluka. Dimara adalah saksi hidup perjuangan RI didaerah timur dan pangkatnya Mayor TNI menjelang pensiun. Pada tahun 2000 dirinya ditemui Wapres Megawati dirumah kontrakan sederhanaya didaerah Slipi. Meskipun pernah menjadi anggota DPA, Dimara orang sederhana yang mencintai Tanah Air Indonesia dan Bendera Merah Putih. Pada tanggal 20 Oktober 2000, Johanes Dimara tutup usia.
Sumber : Rushdy Hoesein